Open top menu

1. Bahan Untuk Batik

Bahan Katun (catton)
Bahan dari kain katun harus 100% (mori) adalah bahan kain untuk membatik tulis dan cap,berwarna putih polos/bercorak atau warna lain dalam kondisi baik dan tidak sobek,ternoda atau cacat,ukuran kain batik harus disesuaikan peruntukannya,misalnya untuk satu pakain baju pada umumnya memakai ukuran : 115 x 250 cm sudah cukup untuk ukuran gaun atasan double XL.
Yang dimaksud dengan bahan katun 100% adalah  bahan yang betul-betul katun murni tidak mengandung polyester atau plastic. Untuk mengetahui jika bahan katun itu tidak murni cirri-cirinya dapat dilihat dari hasil pewarnaan motif (pencoletan) yang tidak sempurna/cepat luntur,atau warna coletan dalam posisi kering apabila kena air akan lpudar/habis,karena sebelum proses pencelupan,kain terlebih dahulu harus direndamkedalam bak air sumur dengan waktu kurang lebih 15 menit.
Untuk mencari bahan katun yang 100% murni,kita dapat mengujinya dengan cara proses  pembakaran,  Sebelum membeli kain,mintalah contoh kain katun tsb sekitar ukuran 2 cm dan cobalah untuk dibakar, Ciri-ciri  katun murni bila mengalami proses pembakaran,adalah apabila berasap atau berasap bila kena angin,akan tetapi asap tidak berwarna hitam,kain bekas terbakar pada kain  katun tidak akan tergulung dan abu bekas pembakaran dari kain katun seperti abu kertas atau abu rokok yang dapat dipegang oleh tangan. Namun apabila hasil pembakaran itu berasap berwarna dan abunya menggumpal/tergulung,maka kain tersebut mengandung karet atau plastic yang disebut polyester.

Bahan  Sutra
Untuk memilih bahan sutra kita harus jeli /teliti dan harus mengerti  bahan dari jenisnya,hati-hatilah terhadap pedagang-pedagang  yang jahil Contoh untuk kain sutra yang dapat dibatik sama dengan pengujian kain katun murnidan harga bahan sudah menjadi standar cukup tinggi berkisar 100.000,- / yard keatas,ciri-ciri  warna seperti kulit telur warna krem,kain cenderung tipis dan mengkilat sehingga dibatik hasil pembatikannya pun akan terlihat cerah. Adakalanya kain sutrapun mengandung  plastic atau karet(poliester),maka baik katun maupun sutra yang mengandung polyester hanya bisa diprinting/disablon,kain ini bukan batik hanya saja bermotif batik,sepenuhnya memakai pewarnaan cat,kain terlihat kurang klasik dan terasa panas bagi pemakainya,untuk bahan dan jenisnya bahan memang terlihat rapih dan menarik perhatian pembeli,akan tetapi bahan ini sangat murah harganyanya sekitar 5000,-/yard dengan hasil seperti kain sutra,kain sutra-sutraan yang bermotif batik ini disebut sutra kecewa.

Jenis kain katun( catton) dan Sutra
Catton Prima Massris        Sutra Craep Serat Nanas
Catton primissima  Sutra Super 54,60 dan 64
Cotton Dobby ATM   Sutra Dobby Baby
Cotton Paris (Rayon Paris) Sutra ATBM

2. Alat dan perlengkapan dalam membatik
Peralatan dan bahan yang digunakan didalam pelaksanaan pembuatan batik tulis,merupakan sarana utama keberhasilan produk batik,kekurangan dari salah satu alat atau bahan,meskipun dapat diganti dengan yang lain,akan menjadi hambatan dalam pelaksanan kerja,sehingga hasilnya kurang sempurna. Sebaiknya diupayakan kesiapan alat dan bahan yang diperlukan sebelum kita memulai proses membatik,peralatan membatik terdiri atas canting,cap,kuas,serta alat untuk mencairkan lilin (wajan dan kompor).
Canting Tulis
Membatik dapat dikatakan suatu penerapan tekhnologi karena proses melekatnya lilin pada kain harus dibantu dengan alat yaitu canting,selain itu membatik juga merupakan suatu seni karena gambaran motifnya merupakan ekspresi dari perasaan,keinginan atau suasana hati sang pembatik. Berikut ini akan diuraikan bagian dari canting,macam dan jenis canting serta  cara mempergunakannya. 

3. Bagian-bagian alat canting

Bagian canting tulis ada namanya sendiri,seperti :
Badan Canting disebut “nyamplungan” terbuat dari tembaga merah/tembaga kuning,badan ini difungsikan untuk lilin cair(yang digayung lewat mulut canting)dari wajan berisi lilin cair.
Paruh Canting bentuknya pipa melengkung dan berlubang bagian tengahnya.lilin cair akan keluar dari lubang ,paruh canting sering ada yang menyebut mulut atau cucuk,dan bila jumlah cucuknya lebih dari satu,disebut cucuk carat dua,tiga dan selanjutnya.
Ekor Canting terdapat dibelakang badan,berbenruk pipa yang ujungnya runcing dan tertutup,sering disebut juga buntut tikus,gunanya agar mudah untuk dimasukan kegagang canting,sehingga kedudukan canting pada gagang lebih kuat
Gagang Canting atau tangkai canting terbuat dari kayu atau bamboo yang lunak,tangkai canting ini ada yang menyebut juga dengan nama tangkai terong.


4. Macam-macam jenis alat canting.
Ada bermacam-macam jenis alat canting yang biasa dipergunakan dalam proses membatik,diantaranya adalah : canting klowong,canting isen/sawut,canting tembok,canting carat dua dll.

Canting Klowong
Klowong berasal dari kata lowong (kosong) canting ini digunakan untuk membatik garis pola batik(garis contour= garis motif= garis ornament ) pada kain putih.canting klowong mempunyai macam-macam ukuran lubang mulut (paruh).penggunaannya tergantung selera yang membatik.pembatik akan membatik halus atau kasar,poembatik halus akan memilih paruh canting klowong yang lebih kecil dari pada yang digunakan oleh pembatik kasar.

Canting Cecek
Paruh canting cecek ukurannya lebih kecil dari pada paruh canting klowong.canting ini dipergunakan untuk member isen cecek pada lukisan batik.kisen cecek dapat berbentuk cecek baris,ceck sebar,cecek tetal.cecek tiga dll,jumlah paruhnya pada satu tangkai ada yang lebih dari satu.misalnya ada canting cecek tiga,ini berarti satu canting  jumlah paruhnya ada tiga dan ukuran lubangnya masing-masing sebesar lubang paruh cecek,ada lagi canting cecek pitu,paruhnya berjumlah tujuh. Warna cecek pada kain tradisional biasanya putih.

Canting Isen
Canting Isen ini ada beberapa macam, ada isen sawut dan ada isen cecek.canting isen sawut untuk menggambar garis-garis sawt atau bentuk isewn lainnya,seperti bentuk padi-padian,bentuk sungut, bentuk tanda silang, bentuk ukel,bentuk sirap,dan lain-lain.lubang paruh isen sawut lebih besar dari pada lubang paruhcanting isen cecek.

Canting Tembok
Tembok artinya dinding,canting tembok canting yang biasa diisi dewngan lilin tembok untuk menutup bidang dasar kain yang akan tetap putih dan biasa disebut me-nembok.bagian kain yang dibatik dengan lilin tembok dinamakan bagian tembokan,yaitu lilin dinding tebal dan kuatkarena lilin ini harus tahan,tidak pecah dan tidak terkelupas,sebab akan melalui beberapa kali proses,canting tembok ini beberapa macam ukuran,sesuai kebutuhannya,tergantung luas bagian kain putih yang akan ditembok.fungsi dari alat canting ini ialah untuk menutupi bagian ornament (isen-isen) atau bidang dasar kain yang tetap akan berwarna putih selama proses pewarnaan. Ukuran besar kecilnya paruh sesuai luas bagian yang akan ditutup. Misalnya ; untuk batik latar hitam,biasanya tembokannya kecil (isen-isen),maka digunakan canting tembok paruh kecil.untuk kain latar putih bila bidang tembok kecil,maka digunakan canting paruh kecil, dan bila bidang tembokan besar,digunakan canting tembok paruh besar,bila bidang dasar kain yang akan ditutup besar atau luas ,maka supaya kerjanya cepat dapat memperbesar ujung parug canting dibalut dan diikat dengan sepotong kain yang satu sisinya  dibuat serabut,atau biasa disebut penasar.tapi jikalau dalam menutup (membatik) bidang kain itu masih kurang cepat karena luasnya kain, bisa digunakan jegul. (dari berbagai sumber)