Open top menu

detakbanten.com- CILEGON, Puluhan wartawan ikuti lomba membatik di lingkungan Karanganyar, Kelurahan Kedaleman, Cibeber, Sabtu (22/2). Kegiatan lomba ini sekaligus sebagai simbol peluncuran Sanggar Batik Krakatoa Cilegon serta Perigatan Hari Pers Nasional (HPN). Meski tidak memiliki keahlian sama sekali, para jurnalis bersemangat dan serius membatik menggunakan canting yang berisi lilin dan membatik pada kain yang sudah disediakan. Ketua Yayasan Suara Hati Kita Helldy Agustian mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun silahturahmi dengan insan pers. Terlebih acara ini dilakukan untuk memperingati HPN. Ia berharap kegiatan ini lebih bermanfaat. Bahkan, pihaknya lebih akrab dengan para wartawan. Penggagas Lomba Membatik dan Sanggar Batik Krakatoa ini menambahkan, batik krakatoa ini mempunyai motif yang identik dengan Kota Cilegon. sda 50 motif yang akan diproduksi Sanggar Batik Krakatoa. Tapi baru 15 motif yang di produksi. Ia menjelaskan, baru 15 motif yang diproduksi yaitu motif batik sate bebek, ani-ani, masjid agung, nurul ikhlas, ilir, golok, trisula, pari, gunung krakatau, godong tangkil, bandrong lesung, dan godong ketele. Sementara Ketua PWI Cilegon Delfion Saputra dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten Wibowo Sangkala menyambut baik gagasan lomba membatik tersebut.
Tagged
Different Themes
Hj. Hany Seviantry

Pembina Sanggar Batik Krakatoa mengatakan, batik merupakan salah satu keariafan lokal yang harus dimiliki oleh masyarakat Cilegon. "Kata siapa wong Cilegon tidak punya batik, untuk itu sanggar batik ini kami dirikan sebagai salah satu budaya lokal yang akan kami perkenalkan kepada masyarakat"