Open top menu
#htmlcaption1 CILEGON GEH DEREBE BATIK BATIK KEBANGGAAN DULUR SEDANTEN 50 MOTIF KEKAYAAN BATIK BANTEN
Batik Krakatoa Menuju Istana Negara

Mengelola usaha industri kreatif, terutama produk usaha yang bersinggungan dengan seni-budaya, tidak saja membutuhkan keuletan dan kesabaran, tetapi juga dibutuhkan strategi usaha dan jejaring. Terlebih jika melihat kontur budaya di Cilegon, dimana jenis usaha industri kreatif masih kurang diminati oleh masyarakatnya—kalah populis dibandingkan  memilih menjadi pengusaha, kontraktor  atau karyawan pabrik.
Padahal jika kita merespon MEA, salah satu pilar yang dapat dikelola pada tingkat kreatifitas—industry kreatif menjadi salah satu bangunan penting bagi kesiapan SDM lokal dalam mengelola potensi dan karakter kelokanannya—salah satunya membangun identitas kelokalan dengan ndalemi usaha di bidang produk –produk kesenian-kebudayaan.

Batik Krakatao, sebagi salah satu dari industri kreatif yang menghusukan pada produksi batik lokal, mencoba merespon kondisi tersebut menjadi potensi usaha sekaligus mengangkat potensi budaya lokal. Selain motif  batik dengan tema-tema lokal, pola management pemasaran dan produksi menjadi  startegi yang patut untuk diberikan apresiasi.
Sebagai contoh, selain banyaknya pemesana motof batik lokal dengan variannya—Batik Krakatoa kerap mendapatkan tawaran program CSR dari beberapa perusahaan besar. Menurut pengelola Batik Krakatoa, Firmansyah Mochtar, respon positif ini turut mengangkat  nilai-nilai kearifan lokal dan Kota Cilegon, dan kehadiran industri kreatif milik  H. Helldy Agustian yang kini tengah dikelolanya menjadi salah satu penghantar untuk merespon kearah tersebut.

“Respon masyarakat terhadap kehadiran Batik Krakatoa menarik untuk diapresiasi,  termasuk kehadiran kami di Istana Negara beberapa waktu yang lalu. Saya selalu ingin berbagi dengan kawan-kawan seniman budayawan, termasuk dengan para penggiat industri kreatif di bidang seni budaya, bahwa potensi usaha di bidang ini menarik untuk dikelola dan diseriusi. Tentunya masih banyak produk seni budaya yang  belum terkelola di Cilegon.” tuturnya kepada RR Online.

Untuk menghantarkan kerja-kerja kebudayaan tampaknya tidak saja dapat dilakukan melalui seminar, kajian, pementasan atau even-even kesenian-kebudayaan, mengelola potensi kearifan lokal sebagi sebuah bidang usaha dan profesi menjadi penting untuk digeluti—tanpa menghilangkan nilai identitas dan kearifan di dalamnya.
“Bekerja sambil berkarya, berkarya sambil bekerja.” Pungkasnya. (sumber RR Online)

Selengkapnya
BATIK KRAKATOA BISA MENJADI IDENTITAS KOTA CILEGON

Batik adalah salah satu kesenian Indonesia yang saat ini menjadi identitas Kota. di Kota Cilegon, 17 Februari 2014 lalu telah launching Batik Khas Cilegon dengan nama “Batik Krakatoa”. Firmansyah sebagai Desainer Batik Krakatoa ini mengatakan “Kita menamakan batik ini Krakatoa yang berarti Krakatau, Siapa yang tidak tahu Gunung Krakatau, yang meletus pada 27 Agustus 1883 lalu, letusan tersebut berdampak sampai Samudera Hindia, Pulau Rodriguez, Sri Lanka Barat, hingga ke Australia Timur. Nah, saya juga berharap Batik Krakatoa tidak hanya dikenal di Nasional saja, melainkan juga mendunia hingga ke Negara-Negara lain” Katanya.

Batik Krakatoa yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Karanganyar, Cilegon ini sudah memiliki banyak motif, yang tentunya diambil dari ciri khas Kota Cilegon dan Banten, Sate bebek Cibeber, Ani-ani padi, Godong kestela, Masjid Agung Nurul Ikhlas, Trisula, Kue engkak, Gunung Krakatau, Gipang, dan Sate bandeng. “Kami masih banyak motif lokal yang belum digarap” Ujar Firmansyah.

“Sudah 3x Batik Krakatoa mengikuti acara-acara pameran di Kota Cilegon yaitu MTQ Provinsi Banten, Wedding Hotel The Royal Krakatau, dan Hut Kota Cilegon. Respons masyarakat Cilegon terhadap produk batik Krakatoa cukup positif” Tambahnya.

Dede, wanita asal Cirebon ini adalah yang melatih cara membatik, ia memberikan bagaimana awalnya dari kain polos menjadi batik, “Proses pembuatan batik Krakatoa tidak terlalu sulit, diawali dengan menyediakan kain putih, kalau batik tulis (harus dipola dulu), pewarnaan, diblok, direbus agar lepas pemblokan tadi, dan jadi” Ujar wanita 33 tahun ini. Ia sangat bangga Cilegon memiliki batik dengan desain-desain yang diambil dari kuliner ataupun ciri khas cilegon lainnya, dengan adanya Batik Krakatoa ini juga masyarakat bisa berkarya, dan saya berharap masyarakat bangga dengan produk-produk lokal seperti ini.
Bahan yang dipakai saat ini berasal dari jawa. Untuk proses batik cetak lebih cepat, jika batik polos, bahan 2 meter dalam sehari bisa menghasil kan 20 potong, kalau batik pola dalam sehari hanya menghasilkan 10 potong. “Kualitas batik lebih bagus tangan dibanding cetak” Ujar atang yang sedang mencetak desain batik Masjid Agung Cilegon.
Selengkapnya
Sanggar Batik Krakatoa, Pembuat Batik Khas Kota Cilegon

Batik Krakatoa Cilegon telah hadir di Kota Cilegon selama lebih dari satu tahun, melalui pemberdayaan masyarakat Cilegon yang di bantu Yayasan Suara Hati Kita yang di ketuai oleh H Helldy Agustian, telah terbukti sudah banyak motif2 yg menceriterakan ttg Kearifan Lokal Cilegon - Banten. Seperti Motif : Sate Bebek,Godong Kestele, Godong Tangkil, Masjid Agung, Masjid Sumpah, Ani-ani, Gunung Krakatau, Trisula, Kue Engkak, Kue Gipang, Genteng, Brng Kuntul, Sumur Pitu, Golok, Menara Banten, Masjid Terapung Banten, Wuni, Bandrong, Badui, Kiamuk (Meriam), Sate Bebek, Rampak Bedug, Ule Lemah dll. Tempat sanggar saat ini di daerah Cibeber tepatnya di kelurahan kedaleman dari PCI sebelum Toyota blok Kiri,. Meski baru berdiri dua bulan lalu, sanggar yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Lingkungan Kalanganyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, ini selalu ramai oleh aktivitas membatik. M IBNU MARHAS – Cilegon Cuaca terik pada Rabu (26/3) siang di Kota Cilegon tak menyurutkan semangat gadis-gadis dan ibu-ibu yang sedang mencanting batik di Sanggar Batik Krakatoa. Sanggar yang kini menjadi magnet baru bagi warga Cibeber dan sekitarnya untuk belajar membatik. Mulai dari remaja, ibu rumah tangga, hingga nenek-nenek, belajar membatik di sanggar itu. Nurhayati (18), misalnya, pelajar salah satu SMA swasta di Kota Cilegon ini setiap hari sepulang sekolah ikut membatik di sanggar ini. Sebelumnya, ia dilatih selama dua pekan dan sudah bisa membatik secara profesional di atas kain. “Dulu, kalau pulang sekolah, langsung istirahat di rumah atau main sama teman. Sekarang, pulang sekolah langsung ke sanggar,” katanya. Demikian juga Nur Asia (17). Gadis putus sekolah yang semula menganggur, kini sudah punya kesibukan. Warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, itu sudah mampu menghasilkan beberapa lembar kain batik. “Saya tidak menyangka bisa membatik seperti orang Jawa,” katanya. Berbeda dengan Jubaedah (50). Nenek satu cucu yang sebelumnya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga itu kini mulai meninggalkan pekerjaannya. Sejak sebulan lalu, ia memilih belajar membatik. “Sekarang, alhamdulillah, sudah bisa memegang canting dan mengukirnya secara rapi di atas kain,” katanya. Kemarin, pengurus sanggar membagikan batik kepada para perajin. Masing-masing perajin mendapatkan sehelai kain batik karyanya sendiri. Ini dilakukan agar perajin merasa bangga dan lebih menghargai hasil karyanya. “Nanti akan saya hadiahkan buat ibu saya di rumah,” kata Marsela, salah seorang perajin. Batik Krakatoa terbilang unik. Semua motifnya digambar dari kearifan lokal yang berkembang di Kota Cilegon. Sebut saja motif sate bebek Cibeber, ani-ani padi, godong kestela, kelotoh, Masjid Agung Nurul Ikhlas, trisula, kue engkak, Gunung Krakatau, kue gipang, serta sate bandeng. “Kami punya sekitar 40 motif lokal, tetapi yang baru digarap baru setengahnya,” kata pimpinan Sanggar Batik Krakatoa Hany Seviantry. Saat pelaksanaan MTQ XI Banten di Cilegon, 19 Maret sampai 23 Maret lalu, Sanggar Batik Krakatoa menjadi salah satu peserta pameran. Respons warga terhadap produk batik tersebut cukup positif. Terbukti, sebanyak 56 lembar kain berhasil terjual dalam pameran selama empat hari itu. “Untuk pemain baru, respons sebesar itu sudah cukup memuaskan,” kata Hany. Tak berhenti sampai di situ, kini Sanggar Batik Krakatoa, mulai kebanjiran order. Mulai dari pejabat kepolisian, perusahaan, instansi pemerintah hingga perhotelan. “Hotel-hotel di Kota Cilegon mulai melirik batik kami. Selama ini, mereka memang menjual batik, tetapi bukan dari Cilegon. Makanya, begitu tahu kalau Cilegon punya batik, mereka langsung memesan,” kata Hany yang enggan membeberkan omzet yang sudah didapat dari usahanya. Dibuatnya batik khas Cilegon, kata Hany, bermula dari kegemaran suaminya yang suka memakai batik. “Hampir setiap hari selama bekerja, suami saya memakai batik. Tetapi, lama-kelamaan dia berpikir, kenapa tidak ada motif batik khas Kota Cilegon,” kata istri dari Helldy Agustian ini Akhirnya pada awal Januari lalu, Sanggar Batik Krakatoa menggandeng Yayasan Suara Hati Kita. Sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan di Kota Cilegon pimpinan Helldy Agustian. Kedua lembaga itu memberikan pelatihan kepada warga secara gratis. “Awalnya, kita latih sebanyak 40 warga dari sekitar Cibeber. Sekarang sudah terseleksi menjadi setengahnya. Kami mendatangkan instruktur batik dari Cirebon sebagai salah satu daerah yang dikenal sebagai penghasil batik,” kata Hany. Kini, Sanggar Batik Krakatoa masih mengontrak sebuah rumah di Jalan Teuku Umar selama dua tahun ke depan. Ke depan, Hany ingin membangun sanggar permanen di lahan miliknya, masih di Kelurahan Kedaleman. “Saya lihat ke bisnis batik semakin prospektif. Selain membawa misi sosial dengan memberdayakan warga, kami juga ingin bisnis ini maju menyejahterakan masyarakat,” katanya. (*)
Selengkapnya
PELUNCURAN BATIK KRAKATOA CILEGON, WARTAWAN IKUTI LOMBA MEMBATIK

detakbanten.com- CILEGON, Puluhan wartawan ikuti lomba membatik di lingkungan Karanganyar, Kelurahan Kedaleman, Cibeber, Sabtu (22/2). Kegiatan lomba ini sekaligus sebagai simbol peluncuran Sanggar Batik Krakatoa Cilegon serta Perigatan Hari Pers Nasional (HPN). Meski tidak memiliki keahlian sama sekali, para jurnalis bersemangat dan serius membatik menggunakan canting yang berisi lilin dan membatik pada kain yang sudah disediakan. Ketua Yayasan Suara Hati Kita Helldy Agustian mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun silahturahmi dengan insan pers. Terlebih acara ini dilakukan untuk memperingati HPN. Ia berharap kegiatan ini lebih bermanfaat. Bahkan, pihaknya lebih akrab dengan para wartawan. Penggagas Lomba Membatik dan Sanggar Batik Krakatoa ini menambahkan, batik krakatoa ini mempunyai motif yang identik dengan Kota Cilegon. sda 50 motif yang akan diproduksi Sanggar Batik Krakatoa. Tapi baru 15 motif yang di produksi. Ia menjelaskan, baru 15 motif yang diproduksi yaitu motif batik sate bebek, ani-ani, masjid agung, nurul ikhlas, ilir, golok, trisula, pari, gunung krakatau, godong tangkil, bandrong lesung, dan godong ketele. Sementara Ketua PWI Cilegon Delfion Saputra dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten Wibowo Sangkala menyambut baik gagasan lomba membatik tersebut.
Selengkapnya